Lalanglinggah – Pemerintah Desa Lalanglinggah menyelenggarakan kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 pada hari Kamis, 26 Pebruari 2026, bertempat di Balai Serbaguna Mahajana Mandala Desa Lalanglinggah. Kegiatan ini mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa”, yang mengandung makna penyucian jiwa melalui penguatan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan adiluhung budaya daerah.
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Camat Selemadeg Barat, I Gede Arya Wiguna, S.Ag., M.H., yang dalam kesempatan tersebut mewakili Camat Selemadeg Barat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa Lalanglinggah dalam melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perbekel Desa Lalanglinggah, I Nyoman Arnawa, SE, Sekretaris beserta Perangkat Desa Lalanglinggah, Bhabinkamtibmas Desa Lalanglinggah, Bendesa Adat se-Desa Lalanglinggah, Penyuluh Bahasa Bali Desa Lalanglinggah selaku dewan juri, serta para peserta lomba Bulan Bahasa Bali VIII.
Adapun rangkaian lomba yang dilaksanakan dalam kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII ini meliputi:
-
Lomba Nyurat Aksara Bali, yang diikuti oleh peserta tingkat Sekolah Dasar (SD).
-
Lomba Ngewacen Aksara Bali, yang diikuti oleh peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
-
Lomba Mesatua Bali, yang diikuti oleh perwakilan Pakis Desa Adat se-Desa Lalanglinggah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda dan masyarakat terhadap Bahasa Bali, sekaligus meningkatkan kemampuan dalam membaca, menulis, dan menuturkan Bahasa Bali secara baik dan benar. Melalui lomba-lomba yang digelar, diharapkan nilai-nilai kearifan lokal dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 ini berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme dari para peserta maupun masyarakat yang hadir. Pemerintah Desa Lalanglinggah berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat eksistensi Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat adat.
Dengan semangat Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa, Bulan Bahasa Bali VIII menjadi wujud nyata komitmen Desa Lalanglinggah dalam menjaga, melestarikan, dan memuliakan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali sebagai identitas dan jati diri masyarakat Bali.