Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Koperasi Desa Merah Putih Lalanglinggah

Desa Lalanglinggah

Lambang Koperasi Desa Merah Putih Lalanglinggah

Logo_KOPDES_MERAH_PUTIH_LALANGLINGGAH  

Arti dan Makna Lambang Koperasi Desa Merah Putih Lalanglinggah

Logo Koperasi Desa Merah Putih dirancang dengan makna mendalam untuk merepresentasikan semangat dan tujuan utama program:

  1. Bentuk Atap Rumah: Melambangkan fungsi koperasi sebagai wadah yang mengayomi, melindungi, dan menjadi pondasi ekonomi bagi seluruh anggota masyarakat desa.
  2. Tulisan KOP DES: Merupakan singkatan yang lugas dan mudah diingat dari "Koperasi Desa".
  3. Bendera Merah Putih: Menegaskan semangat nasionalisme dan persatuan dalam membangun ekonomi bangsa dari tingkat desa.
  4. Teks "MERAH PUTIH": Menjadi identitas utama dari program koperasi ini.
  5. Teks "LALANGLINGGAH": Menjadi identitas desa tempat koperasi ini didirikan.

 

Struktur Organisasi Tata Kerja Koperasi Desa Merah Putih Lalanglinggah

STRUKTUR_KOPDES_MERAH_PUTIH_LALANGLINGGAH   

Undang-Undang 1945 Pasal 33 menegaskan bahwa perekonomian Indonesia disusun atas usaha bersama yang didasarkan pada asas kekeluargaan. Presiden Republik Indonesia sangat mendukung segala upaya untuk menggerakkan koperasi di seluruh Indonesia, mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih didorong oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada prinsip gotong royong, kekeluargaan, dan saling membantu untuk memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengusung prinsip gotong royong dan kekeluargaan dengan berbagai unit usaha seperti simpan pinjam, apotek, klinik, dan logistik, serta didanai melalui pinjaman produktif untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa secara mandiri.

Program ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden RI Prabowo Subianto untuk membentuk 80.000 koperasi di seluruh desa/kelurahan, menjadikannya wadah pembangunan ekonomi langsung oleh dan untuk warga desa.

 

Maksud dan Tujuan Pendirian Koperasi Desa Merah Putih Lalanglinggah

Maksud dan tujuan pendirian Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) oleh Presiden RI Prabowo Subianto adalah untuk menguatkan ekonomi kerakyatan desa dengan menjadikannya pilar pembangunan, mengatasi masalah tengkulak dan rantai distribusi panjang, meningkatkan kesejahteraan melalui usaha bersama (sembako, simpan pinjam, dll.), menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kemandirian desa melalui prinsip gotong royong dan kekeluargaan, sebagai bagian dari strategi nasional mempercepat pemerataan ekonomi di IndonesiaMaksud dan tujuan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah menguatkan ekonomi kerakyatan desa dengan menjadikannya pilar pembangunan, mengatasi masalah tengkulak dan rantai distribusi panjang, meningkatkan kesejahteraan melalui usaha bersama (sembako, simpan pinjam, dll.), menciptakan lapangan kerja, dan mendorong kemandirian desa melalui prinsip gotong royong dan kekeluargaan, sebagai bagian dari strategi nasional mempercepat pemerataan ekonomi di Indonesia.

Maksud :

  1. Menjadikan desa sebagai motor penggerak ekonomi dari bawah (akar rumput).
  2. Memberikan solusi atas permasalahan klasik desa seperti harga hasil tani rendah, keterbatasan modal, dan distribusi yang panjang.
  3. Mewujudkan swasembada pangan dan pemerataan ekonomi nasional.

Tujuan :

  1. Peningkatan Kesejahteraan & Pendapatan : Meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat desa, serta menurunkan harga kebutuhan pokok bagi konsumen.
  2. Penguatan Struktur Ekonomi Desa : Menjadi offtaker (pembeli langsung) hasil panen, menyediakan pupuk bersubsidi, dan memotong rantai distribusi.
  3. Penyediaan Layanan : Membuka gerai sembako, apotek desa, klinik, unit simpan pinjam, serta layanan logistik dan cold storage.
  4. Pemberdayaan Masyarakat : Mendorong partisipasi aktif warga, membuka lapangan kerja, dan memberikan akses modal yang lebih adil.
  5. Inklusi Keuangan & Kemandirian : Meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal dan mengurangi ketergantungan pada rentenir.
  6. Menggerakkan Ekonomi Nasional : Mendukung target pembangunan Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat ekonomi di tingkat desa.
Administrator 21 Januari 2026 Dibaca 129 Kali
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

94.9% Realisasi

APBD 2025 Pelaksanaan

Rp 5.330.011.193,34 Rp 5.056.095.280,93
Pendapatan 97.4%
Realisasi: Rp 2.594.286.053,26 Anggaran: Rp 2.663.523.000,00
Belanja 92.3%
Realisasi: Rp 2.453.806.131,00 Anggaran: Rp 2.658.485.096,67
Pembiayaan 100%
Realisasi: Rp 8.003.096,67 Anggaran: Rp 8.003.096,67
97.4% Realisasi

APBD 2025 Pendapatan

Rp 2.663.523.000,00 Rp 2.594.286.053,26
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa 91.99%
Realisasi: Rp 8.279.000,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 905.327.000,00 Anggaran: Rp 905.327.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 78.68%
Realisasi: Rp 256.459.000,00 Anggaran: Rp 325.960.000,00
Alokasi Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 846.304.000,00 Anggaran: Rp 846.304.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 100%
Realisasi: Rp 235.200.000,00 Anggaran: Rp 235.200.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 100%
Realisasi: Rp 216.441.000,00 Anggaran: Rp 216.441.000,00
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga 100%
Realisasi: Rp 36.000.000,00 Anggaran: Rp 36.000.000,00
Bunga Bank 119.7%
Realisasi: Rp 5.985.053,26 Anggaran: Rp 5.000.000,00
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah 100%
Realisasi: Rp 84.291.000,00 Anggaran: Rp 84.291.000,00
92.3% Realisasi

APBD 2025 Pembelanjaan

Rp 2.658.485.096,67 Rp 2.453.806.131,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 95.81%
Realisasi: Rp 1.319.008.596,00 Anggaran: Rp 1.376.748.771,67
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 84.3%
Realisasi: Rp 666.938.015,00 Anggaran: Rp 791.118.000,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 96.33%
Realisasi: Rp 268.430.900,00 Anggaran: Rp 278.665.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 85.89%
Realisasi: Rp 58.405.000,00 Anggaran: Rp 68.000.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 97.96%
Realisasi: Rp 141.023.620,00 Anggaran: Rp 143.953.325,00